jump to navigation

Tanda EK di KTP Koruptor July 23, 2008

Posted by JalanSutera.comâ„¢ in Blog.
Tags: corruption, law
35 comments

Ini bisa bikin jera

Kompas hari ini menulis tentang usulan dari KNPI untuk membuat koruptor jera.

Ketua Umum Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Hasanuddin Yusuf mengusulkan, kartu tanda penduduk (KTP) pelaku korupsi, yang dipidana dan berkekuatan hukum tetap, diberi kode khusus yang menunjukkan yang bersangkutan eks koruptor (EK). Hal ini untuk memberikan efek jera bagi pelaku korupsi.

Hasanuddin, di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Selasa, menegaskan, “Selama ini hukuman mati bagi pelaku korupsi tak pernah dan sulit diterapkan di Indonesia. Sebab itu, anggota KNPI mengusulkan agar memberikan cap EK bagi pelaku korupsi.”

Hasanuddin mengakui, usul itu memang kontroversial dan pemerintah bisa dituduh melanggar hak asasi manusia (HAM), seperti ketika eks tahanan politik (tapol) diberi cap eks tapol (ET) di KTP-nya. Namun, langkah itu perlu untuk menuntaskan pemberantasan korupsi.

Hmm…, usulan yang bagus jika dibandingkan dengan hukuman mati dengan cara dimutilasi. Iya, khan? Jadi, KTP siapa yang pertama kali diberi tanda EK nih…

Kring Kring Pos July 22, 2008

Posted by JalanSutera.comâ„¢ in Blog.
17 comments

Saya boikot lagu Kring-kring Pos

Untuk membuat Anya tertidur, saya sering mendendangkan lagu anak-anak. Bermacam-macam lagu anak sering saya bisikkan di dekat telinganya. Lama-lama si cantik ini akhirnya tertidur juga meskipun suara saya lebih sering sumbang daripada merdu.

Salah satu lagu yang sering saya nyanyikan adalah lagu tentang Tukang Pos. Liriknya singkat, isinya juga saya pikir bagus.

Begini nih liriknya:

aku tukang pos rajin sekali
surat kubawa naik sepeda
siapa saja aku layani
tidak kupilih
miskin dan kaya
kring kring pos

Biasanya Anya tersenyum mendengar saya menyanyikannya. Apalagi di akhir lirik saya sering menambahkan sebaris lirik lagi: Bannya gembos, karena mbledos. Kalau sudah begitu, si mungil Anya akan tertawa terbahak-bahak. Senang sekali rasanya melihat dia tertawa-tawa.

Tapi, kini saya ragu untuk menyanyikan lagu Tukang Pos ini setelah membaca berita kalau pucuk pimpinan tukang pos di negara ini ditahan karena korupsi Rp.40M.

Saya sekarang tidak akan mau menyanyikan lagu itu lagi, ah. Saya khawatir Anya nanti tahu bahwa tukang pos ternyata lebih rajin korupsi daripada ngantar surat. Lagipula, ngantar suratnya pasti khan tidak lagi naik sepeda. Korupsi Rp.40M gitu loch. Masa ngantar surat naik Ferrari? Nggak lucu ah. Saya juga yakin dengan korupsi sebesar itu dia tidak akan mau melayani siapa saja. Tukang pos yang korupsi ini pasti lebih memilih orang yang mau memberinya upeti. Hmmm…

Sejak saat itu saya memboikot lagu Tukang Pos. Begitu.

Jangan Matikan TV pada 20 Juli 2008 July 18, 2008

Posted by JalanSutera.comâ„¢ in Blog.
Tags: television, tv program, watching tv
64 comments

Bukan dimatikan, tapi pilihlah acara televisi yang meperkaya batin dan otak kita

Ya, jangan matikan televisi. Jika sebuah acara televisi tidak mempunyai muatan pendidikan, bukan televisinya yang harus dimatikan. Carilah channel lain yang lebih berbobot.

Sinetron yang penuh dengan makian kasar, tangisan cengeng dan aksi di luar logika memang sebaiknya tidak dikonsumsi. Acara kontes nyanyi amatir antarkecamatan yang dimulai sejak maghrib sampai tengah malam memang harus dienyahkan dari ruang keluarga. Acara humor yang sering menghina orang dengan cacat tubuh juga harus hengkang dari layar kaca. Pun acara lawakan yang lebih sering mempertontonkan lelaki menggunakan pakaian wanita juga sebaiknya hilang dari pandangan kita.

Tapi, di luar itu semua televisi masih memberikan informasi yang kita butuhkan. Berita seputar korupsi yang dilakukan oleh wakil rakyat dan hamba hukum harus terus dipantau lewat televisi. Informasi cuaca pun sebaiknya tidak lepas dari perhatian. Televisi bukan hanya alat hiburan semata. Lewat kotak kaca ini kita juga bisa belajar tentang alam, kehidupan satwa dan tumbuhan, ilmu pengetahuan, ruang angkasa dan lain-lain.

Jadi, jangan matikan televisi pada 20 Juli 2008 nanti. Mematikan televisi selama SATU hari saja dalam setahun, namun selama 364 hari lainnya kita terus menonton acara sampah adalah sebuah tindakan naif. Silakan terus tonton televisi yang programnya memperkaya batin dan otak kita. Betul, acara sampah seperti sinetron itu memang harus dihindari, tidak hanya pada tanggal 20 Juli itu, tapi juga sampai kapanpun. Mari kita lebih selektif memilih acara. Silakan tonton televisi kapanpun juga.

Blogger Tertua Meninggal July 16, 2008

Posted by JalanSutera.comâ„¢ in Blog.
Tags: Blog, blogger, oldest blogger, Olive Riley
24 comments

Blogger mati meninggalkan blognya

Blogger tertua di dunia, Olive Riley, meninggal dunia dalam usia 108 tahun pada Sabtu, 12 Juli 2008. Riley mulai ngeblog pada Februari tahun lalu.

Riley dianggap sebagai blogger tertua karena dia lebih tua 12 tahun dibanding Maria Amelia dari Spanyol yang pernah disebut-sebut sebagai blogger tertua. Riley lahir pada 1899 dan pada Oktober nanti sedianya dia akan merayakan ulang tahunnya yang ke 109.

Nenek asal Australia ini mempunyai 70 entri dalam blognya. Dia dibantu oleh seseorang yang memasukkan kata-kata ke dalam blognya.

Saya jadi ingat dengan postingan Paman Tyo, blogger senior kita itu, di Twitter. Dia menanyakan,”Maaf kalau kurang sopan. Berapa kali Anda menemukan blog yang pemiliknya sudah wafat? Pernahkah Anda membayangkan mati dan mewariskan blog?”

Hmm.. mau jawab bagaimana ya pertanyaan paman itu?

Bonus: Blogger Uzur

Limo Bike, Ojyek Eksekutif July 16, 2008

Posted by JalanSutera.comâ„¢ in Blog.
Tags: limo bike, limobike, ojek, ojyek
25 comments

Kini eksekutif tak perlu malu naik ojyek

Bisa dibilang Jakarta sebenarnya punya moda transportasi yang lengkap. Ada yang ditenagai manusia, yaitu ojek sepeda di seputar Stasiun Kota dan becak. Ada yang ditarik hewan: delman di seputar monas. Ada kereta api. Ada taxi, angkot, bis umum. Dan kini ada ojek resmi eksekutif.

Adalah PT Ningrat Muda Mandiri, sebuah perusahaan outsourcing provider, yang menyediakan ojek khusus untuk eksekutif muda. Nama resminya adalah Ningrat Limo Bike. Apakah ini hanya untuk kaum ningrat saja? Halah, itu khan nama penyedia jasanya.

Ojek ini hanya akan beroperasi di kawasan bisnis Jakarta dan Bali. Jalan Sudirman, Thamrin dan Kuningan nampaknya akan menjadi sasaran utama operasional mereka di Jakarta.

Ojek yang menggunakan Piaggio Spy 125 dan GT 200 ini beda dengan ojek yang nongkrong di ujung-ujung gang. Kendaraannya jelas beda. Lalu, penumpang yang duduk di belakang juga diwajibkan memakai helm berkualitas tinggi serta perlengkapan berkendara lain seperti jacket, penutup kepala, penutup celana. Pengemudi ojek pun diseleksi dengan ketat. Kecepatan maksimalnya hanya 60km/jam.

Selain itu ojek ini juga dilengkapi dengan box untuk tempat laptop dan barang berharga milik penumpang. Oh, ya, penumpang dan pengemudi ojek juga dijamin dengan asuransi. Nggak usah khawatir terjadi kecelakaan. Semuanya sudah dikover oleh asuransi. Wah, keren nih.

Duh, tukang ojek tradisional kini punya saingan baru yang lebih kinyis-kinyis. Kira-kira tukang ojek tradisonal ini akan demo nggak, ya? Terus, berapa nih tarif ojek premium ini? Per kilometer seperti taxi atau per jam?

Anda pengin nggak naik ojek premium bernama Limo Bike ini?


You are viewing a mobilized version of this site...
View original page here

Mobilized by Mowser Mowser