Sedih sekali ketika membuka blog ini dan blog satunya, yang keluar di adsense adalah Iklan Layanan Masyarakat atau Public Service Ads (PSA). Padahal di blog saya yang lain, adsense tetap muncul bahkan semakin relevan dengan content.
Saya mencoba menyelidikinya. Kecurigaan saya yang pertama adalah bahwa saya menggunakan OpenX untuk menampilkan iklan di didiwahyudi.info dan kopisusu.co.cc, tetapi di paijem.com saya langsung memasukkan kode adsense di template.
Sebagai langkah awal, saya rubah kode adsense di kopisusu.co.cc yang tadinya menggunakan OpenX dengan kode adsense secara langsung. Refresh... dan tetap saja PSA !
Jadi kesimpulan sementara saya, tidak ada iklan yang tersedia untuk content berbahasa Indonesia. Berbicara soal bahasa hubungannya dengan adsense, biasanya (sebelum kejadian ini) di website berbahasa Indonesia, adsense yang tampil adalah iklan berbahasa Melayu (Malaysia dan Indonesia). Tetapi tidak satupun iklan berbahasa Melayu yang tampil. Kecurigaan saya berubah : sudah tidak ada lagi advertiser yang menggunakan bahasa Melayu. Saya coba cari di google "duit", ternyata yang biasanya di sebelah kanan ada beragam iklan berbahasa Melayu, sekarang tinggal bahasa Malaysia saja. Kemanakah iklan berbahasa Indonesia ? Apakah orang Indonesia sudah tidak mau lagi beriklan di adwords ?
Saya coba masuk ke berbagai halaman berbahasa Inggris di blog ini, adsense tetap tampil dengan baik. Tetapi di sini ternyata masih ada iklan berbahasa Indonesia dari suatu layanan hosting. Berarti orang Indonesia masih mau menggunakan adwords :-)
Kesimpulan akhir saya, ini juga masih dugaan sementara :
- Semakin sedikit orang Indonesia yang beriklan di adwords.
- Google mulai mengindentifikasi bahasa dari setiap halaman website dan bahasa Indonesia mungkin termasuk bahasa yang tidak diperbolehkan.
- Google kesulitan menemukan relevansi keyword di halaman berbahasa Indonesia walaupun sudah disisipi beberapa keyword berbahasa Inggris. Atau Google sedang menerapkan suatu algoritma / rumus baru untuk mengidentifikasi isi utama suatu halaman dan relevansinya terhadap iklan yang akan tampil (di halaman berbahasa Inggris, adsense semakin relevan).
Geo targeting sedikit sekali hubungannya dengan kejadian ini. Karena sedikit sekali advertiser baik dari luar maupun dari dalam negeri yang mengharapkan iklannya hanya bisa dilihat dari negara tertentu saja.
Saya masih ingat sebelum kejadian ini, iklan selalu tampil tetapi memang ternyata seringnya tidak ada hubungan dengan apa yang saya tulis. Biasanya yang tampil di halaman berbahasa Indonesia dulu adalah iklan mlm, arisan berantai, cara bikin duit cepat, judi terselubung, penipuan, dating / porno dan hal-hal semacam itu. Saya sendiri sangat membenci hal-hal itu. Saya bersyukur juga karena kejadian ini, blog saya menjadi lebih bersih. Mungkin iklan semacam itu masih ada, tetapi google tidak menemukan relevansinya di halaman blog saya. Kecuali jika saya sengaja membahasnya, mungkin iklannya bakal tampil.
Ada lagi fakta yang menarik. Ketika saya membuka halaman arsip dengan label tertentu, sekarang iklan yang tampil tetap PSA, biasanya sih yang keluar adalah iklan soal "label" atau "tape". Ini sekaligus mengurangi kejadian SEO Salah Jalan, dimana bot search engine (termasuk bot adsense) salah mengidentifikasi isi suatu halaman.
Saya rasa itu cukup adil. Bukankah di aturan Google Adsense disebutkan bahwa adsense hanya boleh ditampilkan di halaman yang benar-benar mengandung content ?
Sisi positif dari semua ini adalah bahwa google semakin menyempurnakan algoritmanya. Saya harapkan walaupun blog saya kebanyakan bahasa Indonesia, google akan bisa dengan tepat mengidentifikasi "apa sih inti / maksud" tulisan saya ? Jadi mungkin nantinya suatu iklan dengan keyword dalam bahasa tertentu tidak harus melulu bisa tampil di halaman yang mengandung keyword itu. Bisa jadi iklan akan tampil di halaman berbahasa Indonesia yang membahas "emas batangan" tanpa harus mencantumkan keyword "gold bar".
Jika analisa saya benar, kita harus bersabar untuk menunggu halaman berbahasa Indonesia kita teridentifikasi dengan baik oleh google. Banyak sekali website di Internet dan di setiap website ada banyak halaman. Google membutuhkan waktu untuk mengidentifikasi semua halaman yang ada. Ini termasuk kejadian perubahan algoritma "Page Rank" beberapa waktu lalu yang mengakibatkan Page Rank banyak website menjadi drop (kalau saya sih ngga pikirin page rank, page rank blog ini 0, he he he).
Algoritma / rumus google tentu saja adalah rahasia mereka dan tidak pernah dipublikasikan secara umum. Kalaupun ada yang menulis soal itu, mereka hanyalah menduga-duga. Yang pasti, google tidak bermaksud merugikan siapapun dengan perubahan algoritma mereka.
Kembali ke adsense. Secara finansial mungkin ini akan mengurangi biaya yang harus dikeluarkan oleh advertiser. Tetapi mungkin publisher yang suka bikin content asal-asalan akan sedikit menderita.






