skip to main | skip to sidebar

alangkah indah jika diri mampu mengisi setiap hembusan nafas dengan bertasbih..

Free Web Hosting with Website Builder teliad - the marketplace for text links

Friday, October 17, 2008

The Difference between Wireless Routers and Acces Points

Let's start with the definition. Router is a device which transfers packets between networks. The router chooses the next best link to send packets on in order to reach closer to the destination. Routers use Internet Protocol (IP) packet headers and routing tables, as well as internal protocols to determine the best path for each packet. Most routers connect a LAN (like the one in your home or office) to a WAN (like the cable system running your cable modem) by interfacing a broadband modem to the network within the enterprise, small office, or home.

A wireless router adds a built-in access point function to a multi-port Ethernet router. This combines multiple Ethernet networks with wireless connections as well. A typical router includes four Ethernet ports, an 802.11 access point, and sometimes a parallel port so it can be a print server. This gives wireless users the same ability as wired users to send and receive packets over multiple networks.

There may be some confusion over the difference between wireless routers and access points. The main thing to remember is that access points allow wireless clients access to a single network, while wireless routers allow clients to browse a number of different networks. The router always takes the IP address into account to make decisions on how to forward (i.e., route) the packet; whereas, access points generally ignore the IP address and forward all packets.

In addition, wireless routers implement the Network Address Translation (NAT) protocol that enables multiple network devices to share a single IP address generally provided by the Internet Service provider (ISP). Wireless routers also have the ability to provide port-based control, firewall management and Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP) services for all devices. These functions make the wireless router much more versatile than an access point.

If you are interested buying wireless router, the best top rated models for now is Belkin Wireless Pre-N router.

Sunday, October 5, 2008

Ucapan Selamat Hari Raya biasanya terlambat

Saya yakin bahwa sebagian besar Anda yang muslim pasti mengucapkan "Selamat Hari Raya" dalam berbagai bentuk kata indah kreatif kepada kerabat, saudara, orang tua, tetangga, bahkan orang yang tidak Anda kenal.

Seminggu terakhir ramadhan kemarin saya merenung dan tiba-tiba merasa bersedih apabila mendapat ucapan tersebut, apalagi kalau ucapannya : "Selamat Hari Kemenangan".

Jujur saja sampai saat ini saya tidak pernah merasa menang. Dan saya bingung apa yang saya rayakan. Di satu sisi saya merasa ibadah yang saya lakukan tidaklah sempurna, di sisi yang lain saya merasa bahwa ibadah bukanlah sesuatu yang pantas dibanggakan apalagi sampai dirayakan bahkan dengan mengenakan pakaian baru.

Saya ingat-ingat lagi ketika saya mengucapkan kalimat-kalimat tersebut (dan bahkan sampai berjam-jam mengukir kata) ke orang lain baik secara langsung maupun via sms. Rasa sedih sekaligus geli muncul seketika. Sedih karena sebenarnya apa yang saya sampaikan itu sangat memukul perasaan saya, geli karena saya terkesan "menuduh" orang berbuat dan beribadah dengan baik di bulan ramadhan.

Saking pusingnya, saya sampai sms ke beberapa teman agar jangan mengucapkan "Selemat Hari Raya" kepada saya dan saya berjanji juga untuk tidak mengucapkannya kepada mereka. Responnya : ada yang menganggap saya hanya bergurau, ada yang tersinggung, ada yang bingung, dan ada yang benar-benar mematuhinya.

Sebenarnya saya lebih sreg jika ucapan-ucapan tersebut disampaikan di awal ramadhan atau bahkan sebelum ramadhan dimulai. Karena itu bisa jadi penyemangat dan menjadikan tekad yang kuat agar kita lebih khusyuk dan konsentrasi beribadah di bulan ramadhan. Jadi jika kita mengucapkannya di akhir ramadhan atau bahkan saat 1 syawal, itu amat sangat terlambat.

Saya bukannya ingin merubah tradisi yang sudah sekian lama berjalan. Tapi saya mengajak Anda untuk memikirkan kembali dan mencari hikmah dari apa yang Anda akan ucapkan ke orang lain dan ucapan yang Anda terima dari orang lain.

Yang lebih mengetahui tentang ibadah kita adalah Allah dan diri kita sendiri. Jangan sampai perayaan hari raya menjadi ajang bersenang-senang setelah lepas dari "beban" puasa dan ibadah sebulan penuh. Masalahnya ramadhan hanyalah awal, selanjutnya di waktu selain ramadhan diharapkan ibadah kita menjadi lebih baik lagi. Saya rasa kita sudah sering dengar mengenai ini.

Jangan kaget bila suatu hari Anda mendapat sms ucapan "Selamat Hari Raya" di awal ramadhan atau sebelum ramadhan. Justru kita seharusnya lebih senang, bukannya malah berpikir : "Orang yang aneh...."

[image]
 


You are viewing a mobilized version of this site...
View original page here

How do you rate mobile version of this page?

Mobilized by Mowser Mowser