skip to main | skip to sidebar

Muhasabah

alangkah indah jika diri mampu mengisi setiap hembusan nafas dengan bertasbih..

[image]

Sunday, October 5, 2008

Ucapan Selamat Hari Raya biasanya terlambat

Saya yakin bahwa sebagian besar Anda yang muslim pasti mengucapkan "Selamat Hari Raya" dalam berbagai bentuk kata indah kreatif kepada kerabat, saudara, orang tua, tetangga, bahkan orang yang tidak Anda kenal.

Seminggu terakhir ramadhan kemarin saya merenung dan tiba-tiba merasa bersedih apabila mendapat ucapan tersebut, apalagi kalau ucapannya : "Selamat Hari Kemenangan".

Jujur saja sampai saat ini saya tidak pernah merasa menang. Dan saya bingung apa yang saya rayakan. Di satu sisi saya merasa ibadah yang saya lakukan tidaklah sempurna, di sisi yang lain saya merasa bahwa ibadah bukanlah sesuatu yang pantas dibanggakan apalagi sampai dirayakan bahkan dengan mengenakan pakaian baru.

Saya ingat-ingat lagi ketika saya mengucapkan kalimat-kalimat tersebut (dan bahkan sampai berjam-jam mengukir kata) ke orang lain baik secara langsung maupun via sms. Rasa sedih sekaligus geli muncul seketika. Sedih karena sebenarnya apa yang saya sampaikan itu sangat memukul perasaan saya, geli karena saya terkesan "menuduh" orang berbuat dan beribadah dengan baik di bulan ramadhan.

Saking pusingnya, saya sampai sms ke beberapa teman agar jangan mengucapkan "Selemat Hari Raya" kepada saya dan saya berjanji juga untuk tidak mengucapkannya kepada mereka. Responnya : ada yang menganggap saya hanya bergurau, ada yang tersinggung, ada yang bingung, dan ada yang benar-benar mematuhinya.

Sebenarnya saya lebih sreg jika ucapan-ucapan tersebut disampaikan di awal ramadhan atau bahkan sebelum ramadhan dimulai. Karena itu bisa jadi penyemangat dan menjadikan tekad yang kuat agar kita lebih khusyuk dan konsentrasi beribadah di bulan ramadhan. Jadi jika kita mengucapkannya di akhir ramadhan atau bahkan saat 1 syawal, itu amat sangat terlambat.

Saya bukannya ingin merubah tradisi yang sudah sekian lama berjalan. Tapi saya mengajak Anda untuk memikirkan kembali dan mencari hikmah dari apa yang Anda akan ucapkan ke orang lain dan ucapan yang Anda terima dari orang lain.

Yang lebih mengetahui tentang ibadah kita adalah Allah dan diri kita sendiri. Jangan sampai perayaan hari raya menjadi ajang bersenang-senang setelah lepas dari "beban" puasa dan ibadah sebulan penuh. Masalahnya ramadhan hanyalah awal, selanjutnya di waktu selain ramadhan diharapkan ibadah kita menjadi lebih baik lagi. Saya rasa kita sudah sering dengar mengenai ini.

Jangan kaget bila suatu hari Anda mendapat sms ucapan "Selamat Hari Raya" di awal ramadhan atau sebelum ramadhan. Justru kita seharusnya lebih senang, bukannya malah berpikir : "Orang yang aneh...."

[image]
 


You are viewing a mobilized version of this site...
View original page here

Mobilized by Mowser Mowser